Singkawang Media - Puluhan siswa MAN Model Singkawang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedikitnya 56 siswa mengalami gejala seperti mual hingga muntah dan harus mendapat penanganan medis.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/2/2026) pagi. Dari total lebih 100 siswa yang mengonsumsi MBG, sebanyak 56 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dengan keluhan serupa.

Mendapat informasi tersebut, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang langsung meninjau kondisi siswa yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Sa’adah, Jumat (6/2/2026).

“Kedatangan saya ke rumah sakit ini karena mendapat laporan bahwa ada anak-anak sekolah MAN Model yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG,” kata Tjhai Chui Mie.

Ia menyebutkan, dari 56 siswa yang mengalami gejala keracunan, sebanyak 25 siswa harus menjalani rawat inap yang tersebar di beberapa rumah sakit, puskesmas, dan klinik di Kota Singkawang.

Menurutnya, gejala yang dialami para siswa relatif sama, yakni pusing, sakit perut, mual, dan muntah. Saat ini, kondisi para siswa disebut sudah mulai membaik.

“Mudah-mudahan besok sudah bisa dipulangkan,” katanya.

Tjhai Chui Mie menegaskan kejadian ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Singkawang. Ia menyebut dugaan keracunan tersebut merupakan kejadian pertama selama program MBG berjalan di Kota Singkawang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Achmad Hardin, mengatakan pihaknya telah menerima laporan siswa yang mendatangi rumah sakit, klinik, dan puskesmas sesaat setelah mengonsumsi MBG.

“Datangnya itu rata-rata di jam yang sama,” katanya. 

Pihaknya juga telah menurunkan tim investigasi untuk mengambil sampel makanan MBG guna mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

“Ini masih dugaan. Sampai sekarang kami belum mendapatkan hasil pasti penyebabnya,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka terus dipantau.

“Pantauan kami hari ini, kondisi siswa sudah membaik dan tidak ada yang mengalami kondisi berat,” ujarnya.