Singkawang Media - Menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengingatkan seluruh hotel dan penginapan di Kota Singkawang agar tidak menaikkan harga kamar secara berlebihan.
Ia menegaskan, kenaikan harga masih dimungkinkan seiring meningkatnya jumlah wisatawan, namun harus tetap dalam batas yang wajar dan tidak memberatkan pengunjung.
"Harga kamar boleh menyesuaikan karena adanya event, tapi jangan kebangetan. Harus tetap dalam batas yang wajar," kata Tjhai Chui Mie saat diwawancarai, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, tarif kamar yang melonjak terlalu tinggi justru berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Singkawang, yang setiap tahunnya menjadi tujuan utama perayaan Imlek dan Cap Go Meh."Kalau semua hotel pasang harga tinggi, wisatawan bisa memilih daerah lain," ujarnya.
Tjhai Chui Mie menilai, kenyamanan wisatawan tidak hanya ditentukan oleh atraksi dan acara, tetapi juga oleh keterjangkauan harga akomodasi.
Selain mengingatkan soal harga, ia juga meminta Dinas Pariwisata Kota Singkawang untuk melakukan pengawasan dan pendataan terhadap seluruh hotel dan penginapan, termasuk homestay.
Pendataan tersebut meliputi jumlah hotel, jumlah kamar, serta kapasitas daya tampung secara keseluruhan, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat.
"Jangan sampai beredar informasi hotel sudah penuh, padahal masih ada kamar tersedia," tegasnya.
Ia berharap, dengan pengelolaan harga yang wajar dan informasi yang jelas, wisatawan merasa aman dan nyaman untuk berkunjung ke Singkawang.
"Target kita bukan hanya ramai, tapi wisatawan puas dan mau datang lagi," tutupnya.







