Singkawang Media - Tiga ekor trenggiling ditemukan mati di lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pangmilang, Kota Singkawang. Mirisnya, satwa dilindungi itu terdiri dari seekor indukan betina dan dua anaknya.

Ketiganya ditemukan tim gabungan saat melakukan penyisiran di kawasan perbatasan Sedau-Pangmilang, Kamis (17/9/2026). Tim tersebut terdiri dari Lurah Pangmilang, Koramil, Masyarakat Peduli Api (MPA), Damkar dan Satpol PP.

Lurah Pangmilang Frans Halidius mengatakan ketiga trenggiling ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Posisi ketiganya juga tidak berjauhan satu sama lain.

"Trenggiling ini terdiri dari satu indukan betina dan dua ekor anak," kata Frans.

Frans menjelaskan, temuan tersebut terjadi ketika tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.

Ketiga trenggiling tersebut diduga mati akibat panas ekstrem dan kepungan asap tebal dari kebakaran. Kondisi tersebut diduga membuat satwa itu tidak mampu menyelamatkan diri dari lokasi terdampak.

"Ketiganya mati diduga akibat hawa panas Karhutla di lokasi tersebut," ujarnya.

Temuan ini menjadi perhatian karena trenggiling merupakan satwa yang dilindungi. Bangkai ketiga satwa tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat untuk penanganan lebih lanjut.

"Rencananya penemuan ini akan kami laporkan ke BKSDA untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya.