Singkawang, MC - Pembelajaran dari rumah di Kota Singkawang masih berlanjut. Sekolah belum kembali menggelar pembelajaran tatap muka karena kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat.

Berdasarkan hasil pengukuran pada 10 September 2026, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Singkawang tercatat 186.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan pembelajaran tatap muka belum dapat diberlakukan selama kualitas udara masih berada di atas ambang aman.

"Selama ISPU masih di atas 100 dan berdasarkan Dinas Lingkungan Hidup maupun lembaga berwenang menyatakan udara masih tidak sehat, pembelajaran tatap muka masih dialihkan ke pembelajaran daring," kata Asmadi, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan sekaligus memberikan rasa aman bagi peserta didik dan seluruh warga sekolah. Pembelajaran tatap muka tidak akan dipaksakan selama kondisi udara belum memungkinkan.

Dalam pembelajaran daring, guru diminta menerapkan pendekatan deep learning. Tugas diberikan secara proporsional dengan tetap memastikan materi pembelajaran tersampaikan dan proses belajar tetap efektif.

Untuk siswa kelas 5-6 SD serta kelas 7-9 SMP, pembelajaran daring wajib menggunakan kamera. Sementara siswa TK dan kelas rendah tetap belajar dari rumah dengan tugas yang dapat diambil orang tua di sekolah.

Guru ASN tetap masuk dan menjalankan tugas dari sekolah dengan menerapkan SOP kesehatan, termasuk menggunakan masker. Guru yang sakit dikecualikan dengan melampirkan surat keterangan dokter.

Asmadi menegaskan kebijakan belajar dari rumah akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara.

"Pembelajaran dari rumah akan berakhir setelah ada surat resmi dari Dinas Lingkungan Hidup atau lembaga berwenang yang menyatakan kondisi udara di Singkawang sudah sehat," tegasnya.