Singkawang Media - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI menggelar sosialisasi KUR Perumahan, akad perumahan bersama BNI, serta program PNM SMF Melawan Rentenir di Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (3/3/2026).
Sosialisasi disampaikan langsung Menteri PKP RI Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Sekda Provinsi Kalbar Harison, serta diikuti pengusaha, kontraktor, developer, dan pelaku UMKM.
Menteri PKP Maruarar menegaskan KUR Perumahan hadir dengan skema bunga maksimal 6 persen. Angka itu jauh lebih rendah dibanding bunga normal kredit perumahan yang bisa mencapai 11,5 persen.
“Bunga normal biasanya di BNI itu 11,5 persen untuk perumahan, kini dipangkas oleh pemerintah menjadi sekitar 5–6 persen saja. Bunganya turun drastis, UMKM Singkawang jadi bisa naik kelas lewat program ini,” kata Maruarar.
Ia juga meminta agar proses pencairan dipercepat. Menurutnya, proposal yang sudah memenuhi syarat harus bisa diproses dan dicairkan pada hari yang sama.
“Seluruh proposal yang masuk dan sudah lengkap harus segera diproses hari itu juga,” tegasnya.
Maruarar memastikan program tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Ia menekankan pentingnya prosedur yang jelas dan jaminan yang terukur agar dana negara tepat sasaran.
“Uang negara harus aman, prosedurnya juga harus jelas, ada jaminan serta prosesnya yang cepat,” katanya.
Secara nasional, realisasi program dalam dua bulan terakhir disebut telah mencapai sekitar Rp 6 triliun. Maruarar memproyeksikan Singkawang mampu menyerap Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun dalam setahun.
Menurutnya, karakter Singkawang sebagai kota perdagangan, jasa, dan pariwisata dengan pertumbuhan sektor UMKM dan perumahan yang pesat menjadi modal kuat untuk mencapai target tersebut.
Selain mendorong kepemilikan rumah dan pembiayaan usaha, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.
“Sudah saatnya rakyat kita sejahtera punya rumah yang layak, kita jangan sampai kalah sama rentenir,” unarnya.
Program KUR Perumahan menjadi bagian dari dukungan terhadap target pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap sinergi pusat dan daerah mampu mempercepat realisasi hunian layak sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.





