Singkawang Media - Badan Pusat Statistik (BPS) Singkawang kembali menggelar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan dimulai pada Mei mendatang. Pendataan berskala nasional ini menjadi langkah strategis untuk memperbarui data dunia usaha secara menyeluruh.

Kepala BPS Kota Singkawang, Yanuar Lestariadi, mengatakan sensus ekonomi merupakan agenda besar yang digelar setiap 10 tahun sekali. Tahun ini menjadi pelaksanaan kelima sejak pertama kali dilakukan pada 1986.

“Ini bukan sekadar pendataan rutin. Sensus ekonomi menjadi dasar penting untuk melihat kondisi riil dunia usaha,” katanya saat menggelar Konferensi Pers, Rabu (29/4/2026). 

Dalam SE2026, BPS akan mengumpulkan berbagai informasi mulai dari identitas usaha, tenaga kerja, hingga kinerja keuangan. Data juga mencakup pemanfaatan teknologi digital dan legalitas usaha.

Menurut Yanuar, hasil sensus akan digunakan untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah, termasuk posisi UMKM dan sektor unggulan yang berpotensi dikembangkan.

“Sensus ini penting, bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga bagi pelaku usaha dalam melihat peluang dan menyusun strategi,” jelasnya.

Pelaksanaan sensus dilakukan dalam dua tahap. Pengisian mandiri untuk usaha menengah dan besar berlangsung 1 Mei hingga 30 Juni 2026. Sementara pendataan lapangan (Door to door) dilakukan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

BPS memastikan seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.

Masyarakat dan pelaku usaha pun diimbau untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang jujur dan akurat.

“Data yang diberikan hari ini akan menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan,” tutupnya.