Singkawang Media - Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Singkawang tak sekadar jadi ajang lomba antar pelajar. Kegiatan ini didorong sebagai ruang melatih mental siswa agar siap menghadapi kemenangan maupun kegagalan.
Ratusan siswa SD dan SMP terlibat dalam rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 16 April 2026. Berbagai kompetisi digelar, mulai dari mini soccer, futsal, marching band, hingga lomba budaya.
Sekretaris Daerah Singkawang, Dwi Yanti, menilai pendekatan seperti ini penting untuk membentuk karakter pelajar sejak dini. Menurutnya, pendidikan tak bisa hanya berfokus pada capaian akademik.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana siswa punya mental kuat, tidak mudah menyerah, dan mampu menghadapi tantangan,” katanya, Kamis (16/4/2026).
Ia menyebut, kompetisi menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai sportivitas dan kebersamaan. Siswa dilatih menerima hasil dengan sikap terbuka, sekaligus menghargai proses.
“Di sinilah mereka belajar siap menang dan siap kalah secara sportif,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Asmadi, menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
Ia mencatat, antusiasme peserta cukup tinggi. Tercatat 38 tim mini soccer tingkat SMP/MTs se-Kalimantan Barat, 23 tim futsal SD/MI se-Singkawang, 26 tim marching band, serta 31 tim lomba budaya ikut ambil bagian.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memberi ruang bagi siswa untuk berkembang secara utuh, tak hanya di kelas, tetapi juga melalui pengalaman kompetisi dan interaksi sosial.
“Harapannya, lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat dan siap berkontribusi,” ujarnya.






