Singkawang Media - Isu kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) di Singkawang langsung direspons Pemerintah Kota Singkawang. Wali Kota Tjhai Chui Mie turun langsung ke lapangan untuk memastikan kuota LPG bersubsidi di wilayahnya aman dan tercukupi.
Pengecekan dilakukan Senin (19/1/2026) bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdaginkop & UKM). Tim menyisir SPBE PT AKA di Jalan Padat Karya, agen LPG 3 kg, hingga pangkalan.
“Kami ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Kuota LPG Singkawang aman dan sesuai kebutuhan,” kata Tjhai Chui Mie.
Data Disdaginkop & UKM mencatat, Singkawang memiliki dua SPBE, sembilan agen, dan 195 pangkalan LPG 3 kg yang tersebar di lima kecamatan. Setiap hari, SPBE PT AKA menyalurkan 9 Load Order (LO) atau sekitar 5.040 tabung ke tujuh agen di Kota Singkawang.
Menurut Tjhai Chui Mie, kelangkaan yang sempat terjadi bukan disebabkan pengurangan kuota, melainkan kendala teknis kapal pengangkut LPG milik Pertamina yang menghambat distribusi.
“Distribusi sempat terlambat karena kapal pengangkut mengalami gangguan teknis,” ujarnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkot Singkawang akan memanggil seluruh pemilik pangkalan LPG 3 kg dan memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama menjelang Imlek dan Ramadhan.
Kepala Disdaginkop & UKM Singkawang Yasmalizar menambahkan, persepsi kelangkaan juga dipicu pembatasan penjualan di tingkat pengecer. Ia mengimbau masyarakat membeli LPG langsung di pangkalan resmi.
“Di pangkalan kuotanya tetap ada. Jadi warga jangan mencari di warung,” kata Yasmalizar.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah menyetujui penambahan kuota LPG 3 kg untuk Singkawang menjadi 48 LO menjelang Imlek dan Ramadhan dengan harga sesuai HET Rp 18.500 per tabung di pangkalan.







