Singkawang Media - Warisan keramik tradisional Singkawang kembali menjadi inspirasi lahirnya karya-karya baru. Lewat program Mini Residensi: Confluence, enam seniman lintas disiplin dari Indonesia hingga Malaysia berkumpul untuk mengeksplorasi sekaligus merespons kekayaan budaya keramik yang telah lama menjadi identitas Kota Singkawang.
Program yang digagas Lubang Tanam Kolektif bekerja sama dengan Dana Indonesiana ini mengusung tema "Tempa Tanah, Rangkul Budaya Keramik Singkawang". Selama hampir satu bulan, para seniman diajak menyelami proses pembuatan keramik tradisional, berdialog dengan masyarakat, hingga menghasilkan karya yang lahir dari pengalaman langsung di lapangan.
Mini residensi berlangsung pada 26 Juni hingga 20 Juli 2026 dan dibagi dalam dua fase. Tahap pertama berupa observasi, eksplorasi, serta produksi karya yang dipusatkan di Tungku Naga, Sakkok, pada 26 Juni-10 Juli 2026.
Selanjutnya, hasil eksplorasi tersebut akan dipresentasikan kepada publik melalui pameran dan diskusi di Rumangsa Singkawang pada 11-20 Juli 2026.
Enam seniman yang terlibat berasal dari latar belakang dan wilayah berbeda, yakni Abdul J. Nugroho dari Klaten, Andita Purnama dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Ni Wayan Ugi Gayali dari Denpasar, Nur Aimi Athirah dari Sarawak, Malaysia, Supriani Eka Lestari dari Kubu Raya, serta Riwanda Tamara dari Singkawang.
Keberagaman perspektif para peserta diharapkan melahirkan pertukaran gagasan yang kaya sekaligus membuka ruang dialog baru mengenai pengembangan keramik tradisional dalam praktik seni kontemporer.
Tak hanya menjadi ruang berkarya, Mini Residensi: Confluence juga menjadi wadah kolaborasi antara seniman dan masyarakat untuk memperkuat keterhubungan seni dengan warisan budaya lokal.
Melalui proses kreatif yang berlangsung terbuka, publik diajak melihat bagaimana tradisi dapat diterjemahkan menjadi karya-karya baru tanpa meninggalkan akar budayanya.
Lubang Tanam Kolektif berharap program ini mampu memperluas jejaring antar-seniman lintas daerah dan negara, sekaligus meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian Keramik Tradisional Singkawang sebagai warisan budaya yang terus berkembang.
Seluruh perjalanan kreatif para peserta, mulai dari proses residensi, penciptaan karya hingga informasi pameran dan diskusi publik, dapat diikuti melalui akun Instagram @lubangtanam.kolektif.







