Singkawang Media - Dapur SPPG Singkawang Tengah Bukit Batu dihentikan sementara operasionalnya menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa MAN Model Singkawang usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Singkawang Tengah Bukit Batu, Maulidi Iksan, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah penanganan sejak laporan diterima.

“Ini adalah kejadian yang tentu tidak kita inginkan bersama,” kata Maulidi, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, begitu mendapat informasi dari pihak sekolah sekitar pukul 17.00 WIB, tim SPPG langsung mendatangi RS Mitra Medika untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak.

“Fokus utama kami sejak awal adalah penanganan siswa,” ujarnya.

Terkait operasional dapur, Maulidi memastikan saat ini SPPG Singkawang Tengah Bukit Batu telah menghentikan seluruh aktivitas produksi guna evaluasi internal.

“Sejak hari Senin kemarin, dapur kami menghentikan sementara operasional untuk melakukan pembenahan dan evaluasi SOP, sambil menunggu surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan agar dapat beroperasi kembali,” jelasnya.

Maulidi mengungkapkan, dapur tersebut melayani sebanyak 3.589 porsi makanan untuk 14 sekolah. Khusus untuk MAN Model Singkawang, distribusi dilakukan dalam beberapa tahap.

“Pengantaran tahap awal sekitar 300 porsi, kemudian 609 porsi, dan sisanya hingga total sekitar 606 siswa. Pengantaran terakhir mengalami keterlambatan dan itu menjadi salah satu dugaan penyebab,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pada pengantaran terakhir seharusnya makanan melalui proses pendinginan terlebih dahulu. Namun karena mengejar waktu, makanan langsung dipacking dan tidak langsung dikonsumsi.

“Hal ini yang saat ini masih menjadi dugaan sementara,” katanya.

Akibat penghentian sementara operasional dapur, layanan MBG ke sekolah lain juga ikut terdampak. Meski demikian, pihak SPPG berkomitmen untuk segera menyelesaikan evaluasi agar pelayanan dapat kembali berjalan.

“Kami prihatin karena sekolah-sekolah lain ikut terdampak. Oleh karena itu, kami berupaya secepat mungkin melakukan perbaikan agar pelayanan dapat kembali berjalan dengan aman,” ujar Maulidi.

Ia pun kembali menyampaikan permohonan maaf dan berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.