Singkawang Media - Kabar gembira bagi masyarakat Singkawang dan pengguna jasa transportasi udara. Penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang dijadwalkan kembali beroperasi mulai 1 Oktober 2026.
Dua maskapai, yakni TransNusa dan Super Air Jet, akan kembali melayani penerbangan setelah operasional sempat terganggu akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak Agustus lalu.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Eko Susanto, mengatakan pembukaan kembali penerbangan didukung kondisi jarak pandang (visibility) di Bandara Singkawang yang dalam beberapa hari terakhir telah memenuhi standar keselamatan penerbangan.
“Berdasarkan laporan dari Stasiun Meteorologi BMKG Singkawang, beberapa hari ini visibility atau jarak pandang di bandara memenuhi syarat, yakni di atas 5.000 meter. Kondisi ini dimungkinkan bertahan untuk beberapa waktu ke depan,” kata Eko, Senin (28/9/2026).
Menurut Eko, kondisi tersebut menjadi dasar bagi maskapai untuk kembali membuka penerbangan dari dan menuju Singkawang. Meski demikian, operasional perdana baru dijadwalkan pada 1 Oktober.
Ia menjelaskan, maskapai tidak langsung membuka penerbangan karena tingkat keterisian penumpang masih rendah setelah sejumlah penerbangan sebelumnya mengalami pembatalan.
“Akibat beberapa cancel yang terjadi beberapa hari lalu, keterisian di hari-hari ini memang sangat sedikit. Menurut maskapai, agar lebih efektif, tanggal 1 Oktober diharapkan keterisiannya sudah meningkat sehingga mereka bisa beroperasional,” ujarnya.
Eko menegaskan kondisi cuaca dan jarak pandang tetap menjadi faktor penting dalam memastikan penerbangan berjalan aman. Pemkot Singkawang bersama pihak terkait akan terus memantau kondisi tersebut berdasarkan prakiraan cuaca dan laporan visibility dari BMKG.
“Kita harapkan kondisi cuaca dan asap stabil serta memenuhi standar keselamatan, sehingga tanggal 1 Oktober tidak ada halangan dan operasional bandara bisa berlangsung dengan baik,” katanya.
Ia berharap membaiknya kondisi udara dapat membuat penerbangan di Bandara Singkawang kembali berjalan stabil dan aktivitas transportasi udara kembali normal.
“Kita akan lakukan evaluasi terus berdasarkan prakiraan cuaca dan kondisi visibility yang disampaikan BMKG. Kita harapkan untuk tanggal 1 dan seterusnya bisa stabil dengan kondisi yang baik,” ujarnya.







