Singkawang Media - Kabar baik bagi masyarakat Kalimantan Barat. PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Kalbar kini berangsur normal setelah perbaikan pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mengalami gangguan kebocoran boiler berhasil diselesaikan. Seiring pulihnya pasokan daya, kebijakan pemadaman bergilir resmi dihentikan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat menyatakan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Kalbar terus membaik menyusul selesainya perbaikan pada salah satu unit PLTU yang sebelumnya mengalami kebocoran pada boiler.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengatakan peningkatan kemampuan pasok daya membuat manajemen beban yang selama ini diterapkan tidak lagi diperlukan.
"Seiring dengan membaiknya kemampuan pasok daya, maka manajemen beban secara terbatas dan terukur yang berdampak pada pemadaman aliran listrik pelanggan sudah tidak diberlakukan lagi," ujarnya dalam holding statement, Sabtu (12/7/2026).
PLN memastikan tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi sistem dan infrastruktur kelistrikan secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga keandalan pasokan listrik agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Meski sistem telah kembali normal, PLN mengimbau masyarakat yang masih mengalami gangguan kelistrikan di lokasi masing-masing agar segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 sehingga petugas dapat melakukan penanganan lebih lanjut.
PLN juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, dan insan media atas dukungan serta kerja sama selama proses pemulihan sistem kelistrikan berlangsung.
"PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dengan kesiapsiagaan operasi secara berkelanjutan demi menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi seluruh masyarakat," tutup Maria.







