Singkawang Media - Tradisi budaya Tionghoa dikemas atraktif dalam pembukaan Singkawang Mooncake Festival 2026 di Halaman Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Senin (21/9/2026) malam.
Atraksi Dewi Bulan melayang di udara menjadi magnet perhatian warga saat pembukaan. Dewi Bulan tampil berpadu dengan pertunjukan wayang gantung atau Chiao Thew Hi dalam bahasa Hakka. Suasana semakin semarak dengan tarian naga dan barongsai.
Pembukaan festival ditandai pemukulan Loku oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Forkopimda serta tamu undangan VIP.
Memasuki tahun kedua, festival ini tak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang mengenalkan dan merawat tradisi Mooncake kepada masyarakat luas.
“Ini merupakan momentum yang sangat baik untuk memperkenalkan, merawat, dan mengembangkan tradisi budaya Mooncake di tengah masyarakat,” kata Tjhai Chui Mie.
Ia juga mendorong festival ini menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif. Pelaku kreatif diharapkan mendapat ruang untuk berkarya, mempromosikan produk, memperluas pasar, sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.
“Ketika sebuah tradisi dikemas menjadi sebuah event yang menarik, terbuka, dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas, maka tradisi tersebut memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dikenal oleh generasi muda, wisatawan, dan masyarakat dari luar Kota Singkawang,” ujarnya.
Singkawang Mooncake Festival 2026 menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari kompetisi Chinese Dance, storytelling, musik tradisional, wayang gantung, lomba makan kue bulan, Moon Cake Run, hingga fashion Hanfu.
Perpaduan tradisi dan kreativitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Singkawang sebagai kota dengan kekayaan budaya dan keberagaman.





